Senin, 02 November 2015

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA Oleh : Rony



REFLEKSI SUMPAH PEMUDA

Masih bersama K270, untuk topik yang di angkat pada perbincangan kali ini yaitu dengan tema hari sumpah pemuda yang berjudul “REFLEKSI SUMPAH PEMUDA”. Perlu kita ketahui isi dari sumpah pemuda yaitu:
PERTAMA     :Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe
Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku  Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA       : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe
Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA         : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia
,
Mendjoendjoeng BahasaPersatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Refleksi yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi setiap pemuda yaitu ;Tentang pengaplikasian akan butir-butir dari isi sumpah tersebut. Apakah kita telah melaksanakan dari apa yang telah kita sumpahkan meskipun dalam skala kecil? Jawabannya yaitu; Sudah namun belum maksimal. Bagi siswa secara tidak langsung mereka telah melaksanakan (merefleksikan) isi dari sumpah tersebut.  Yaitu; Dengan bersekolah, berteman, berinteraksi,dll. Bagi mahasiswa? Nahh, ini yang perlu di tingkatkan.  Karena, dari segi nama atau julukan saja sudah “maha” berarti kita mempunyai peran dalam membela bangsa.
Adapun yang perlu di perhatikan lebih dalam era modernisasi ini, yaitu; Terletak pada keseimbangan dan ke peka’an dalam menanggapi berbagai hal yang terjadi maupun yang akan terjadi. Mufid, abdul: 2015, mengemukakan bahwa jika mau melakukan sesuatu atau mau berargumen mbok yo toleh kiri kanan to, supaya tidak terjadi disekuilibrium pada sebagian golongan atau kelompok. Nah, pernyataan ini sangat cocok dipertimbangkan dalam melakukan segala sesuatu.
Refleksi dari sumpah pemuda tentunya juga perlu difikirkan sedemikian rupa karena pada setiap butir mengandung makna yang mendalam. Mengapa peka? Karena, pada saat ini yang kita hadapi adalah bangsa kita sendiri dengan cara perang dingin, hal ini akan lebih sulit dan akan lebih berdampak besar bagi bangsa dan Negara Indonesia jika kita melewatkan begitu saja karena jalur militer yang dilewati konturnya relatif landau. Sehingga sesuatu yang dapat memecah-belahkan bangsa Indosesia sangat halus dan sangat terstruktur.
 Oleh sebab itu, mari kita basmi serangga nakal yang masuk ke ladang kita dengan cara yang halus pula. Karena, kita saat ini adalah penentu masa depan. Ingat! Bangsa Indonesia bukanlah warisan dari kakek kita namun, bangsa Indonesia adalah titipan dari anak cucu kita. 


Oleh    : Rony Kh S.
Editor  : Abdul Fadli

2 komentar: