Senin, 02 November 2015

Refleksi Sumpah Pemuda Oleh : Riki



Refleksi Sumpah Pemuda


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Refleksi diartikan sebagai gerakan; Cerminan, jadi, Refleksi Sumpah pemuda ada gambaran tentang sumpah pemuda, agar pemuda masa kini tercermin sumpah pemuda. Maksudnya, hal hal yang tersurat maupun yang tersirat dalam sumpah pemuda bisa menjadi pedoman bagi pemuda untuk melangkah. Tersurat dalam hal ini sudah jelas yaitu isi dari ketiga sumpah itu sendiri. Merdeka.com dalam tulisannya menyatakan isi sumpah pemuda sebagai berikut:
1.      Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
2.      Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
3.      Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng tinggi Bahasa persatoean, Bahasa Indonsia.
Ejaan yang di sesuaikan dengan EYD
1.      Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
2.      Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3.      Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi Bahasa persatuan, Bahasa Indonsia.
Ketiga sumpah ini merupakan isi yang tersurat, akan tetapi hal yang tersirat dalam sumpah pemuda ini adalah bagaimana pemuda Indonesia memegang teguh 3 sumpah ini dalam hal perbuatan untuk Indonesia.

Menurut pendapat saya, Refeleksi sumpah pemuda adalah bagaimana kita bisa menjadi seperti pemuda pemuda pada saat itu, yaitu; Pemuda-pemudi yang berkecimpung terbentuknya sumpah pemuda. Pemuda saat itu sangat dalam tekanan belanda, karena sebelum pembacaan sumpah pemuda,  dinyanyikan lagu indonesia raya pertama kali dan dimuat dalam koran sebagai lagu nasional Indonesia. Lagu tersebut menjadi permasalahan bagi belanda, akan tetapi pemuda pada saat itu tetap mempertahankan. Hal ini sudah membuka sanubari kita untuk berfikir ulang dan merenungkan realitas kita yang notabenehya sebagai mahasiswa. Mahasiswa sekarang kurang kompak dalam hal kebaikan negara kita ini. Banyak dari pemuda sekarang lebih mengutamakan kepentingan personalnya.


Oleh     : Riki Rahman
Editor  : Abdul Fadli


Tidak ada komentar:

Posting Komentar