REFLEKSI
SUMPAH PEMUDA
Masih bersama K270, untuk topik yang di
angkat pada perbincangan kali ini yaitu dengan tema hari sumpah pemuda yang
berjudul “REFLEKSI SUMPAH PEMUDA”. Perlu
kita ketahui isi dari sumpah pemuda yaitu:
PERTAMA :Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mengakoe
Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami
Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah
Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mengakoe
Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra
dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia
Mendjoendjoeng BahasaPersatoean, Bahasa Indonesia.
(Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).
Refleksi yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi setiap
pemuda yaitu ;Tentang pengaplikasian akan butir-butir dari isi sumpah tersebut.
Apakah kita telah melaksanakan dari apa yang telah kita sumpahkan meskipun
dalam skala kecil? Jawabannya yaitu; Sudah namun belum maksimal. Bagi siswa
secara tidak langsung mereka telah melaksanakan (merefleksikan) isi dari sumpah tersebut. Yaitu; Dengan bersekolah, berteman, berinteraksi,dll.
Bagi mahasiswa? Nahh, ini yang perlu di tingkatkan. Karena, dari segi nama atau julukan saja
sudah “maha” berarti kita mempunyai peran dalam membela bangsa.
Adapun yang perlu di perhatikan lebih
dalam era modernisasi ini, yaitu; Terletak pada keseimbangan dan ke peka’an dalam menanggapi berbagai hal
yang terjadi maupun yang akan terjadi. Mufid, abdul: 2015, mengemukakan bahwa
jika mau melakukan sesuatu atau mau berargumen mbok yo toleh kiri kanan to, supaya tidak terjadi disekuilibrium pada sebagian golongan
atau kelompok. Nah, pernyataan ini sangat cocok dipertimbangkan dalam melakukan
segala sesuatu.
Refleksi dari sumpah pemuda tentunya
juga perlu difikirkan sedemikian rupa karena pada setiap butir mengandung makna
yang mendalam. Mengapa peka? Karena,
pada saat ini yang kita hadapi adalah bangsa kita sendiri dengan cara perang
dingin, hal ini akan lebih sulit dan akan lebih berdampak besar bagi bangsa dan
Negara Indonesia jika kita melewatkan begitu saja karena jalur militer yang dilewati
konturnya relatif landau. Sehingga sesuatu yang dapat memecah-belahkan bangsa Indosesia
sangat halus dan sangat terstruktur.
Oleh sebab itu, mari kita basmi serangga nakal
yang masuk ke ladang kita dengan cara yang halus pula. Karena, kita saat ini adalah
penentu masa depan. Ingat! Bangsa Indonesia bukanlah warisan dari kakek kita
namun, bangsa Indonesia adalah titipan dari anak cucu kita.
Oleh : Rony
Kh S.
Editor : Abdul
Fadli
Filosofis rek,
BalasHapusFilosofis rek,
BalasHapus